Beranda | Artikel
Bukan Penguasa Rezeki
Rabu, 5 Oktober 2022

Bismillah.

Syirik kepada Allah merupakan dosa yang sangat besar dan paling berat. Karena itulah di dalam al-Qur’an sering kita jumpai ayat-ayat yang menjelaskan betapa rusak dan batilnya syirik.

Diantaranya adalah firman Allah berikut ini :

إِنَّ الَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ لَكُمْ رِزْقًا فَابْتَغُوا عِندَ اللَّهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوهُ وَاشْكُرُوا لَهُ ۖ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

“…Sesungguhnya apa-apa/orang-orang yang kalian sembah selain Allah tidaklah menguasai untuk kalian rezeki, maka carilah di sisi Allah rezeki itu, dan beribadahlah kepada-Nya, serta bersyukurlah kepada-Nya, kepada-Nya lah kalian akan dikembalikan.” (al-‘Ankabut : 17)

Syaikh al-Utsaimin rahimahullah menerangkan :

مِن فوائد هذه الآية أنَّ كل ما يُعْبَدُ مِن دون الله فإنه وثَنٌ لا ينفع ولا يأتي بالرزق

“Diantara faidah ayat ini adalah bahwa segala yang disembah selain Allah hakikatnya adalah berhala; dan ia tidak bisa memberi manfaat ataupun mendatangkan rezeki…” (Tafsir Surat al-‘Ankabut bagian 3A sumber : alathar.net)

Imam Ibnu Jarir ath-Thabari rahimahullah berkata :

إن أوثانكم التي تعبدونها، لا تقدر أن ترزقكم شيئا( فَابْتَغُوا عِنْدَ اللَّهِ الرِّزْقَ ) يقول: فالتمسوا عند الله الرزق لا من عند أوثانكم، تدركوا ما تبتغون من ذلك

“Artinya; sesungguhnya berhala-berhala yang kalian sembah tidak mampu memberikan rezeki kepada kalian sama sekali ‘maka carilah di sisi Allah rezeki itu’; maksudnya adalah cari/mintalah di sisi Allah rezeki, bukan kepada berhala-berhala kalian, dengan begitu niscaya kalian akan mendapatkan rezeki yang kalian cari.” (Tafsir ath-Thabari Surat al-Ankabut ayat 17 sumber : web tafsir KSU)

Di dalam ayat tersebut Allah memerintahkan kita untuk mencari rezeki kepada Allah semata, bukan kepada sesembahan selain Allah. Karena hanya Allah yang menguasai rezeki atas seluruh makhluk. Allah juga memerintahkan kita untuk tetap beribadah dan bersyukur kepada-Nya. Ini penting untuk kita ingat, karena banyak orang meninggalkan ibadah dengan alasan untuk mencari rezeki, bahkan orang berbuat syirik juga dengan alasan demi mendapatkan kelancaran rezeki.

Karena hanya Allah yang menguasai rezeki dan seluruh kenikmatan yang tercurah maka wajib bagi kita untuk senantiasa bersyukur kepada Allah. Hakikat syukur adalah mengakui bahwa nikmat yang kita dapatkan bersumber dari Allah, memuji Allah atas nikmat itu, dan menggunakan nikmat dalam hal-hal yang diridhai oleh Allah. Dengan sebab ibadah dan keimanan Allah akan meridhai hamba, dan dengan jalan syukur itulah Allah akan menambahkan nikmat kepada mereka.

Ayat di atas mengungkap bahwa syirik kepada Allah suatu perkara yang jelas bertentangan dengan akal sehat. Apabila hanya Allah yang memberi rezeki maka sungguh bodoh orang yang meminta/berdoa dan menghambakan dirinya kepada selain Allah dengan alasan untuk mendapatkan rezeki. Maka seorang insan wajib menggantungkan hatinya kepada Allah semata.

Semoga catatan singkat ini bermanfaat. Wallahu a’lam.

Penyusun : Redaksi www.al-mubarok.com


Artikel asli: https://www.al-mubarok.com/bukan-penguasa-rezeki/